JURNALISME ON-LINE
Jurnalis Online harus memutuskan tentang hal-hal sebagai berikut:
* Format media yang mana, yang terbaik untuk menyampaikan suatu berita (multimediality). Sejauh ini bandwidht dan hak cipta merupakan faktor-faktor struktural yang masih menghambat pengembangan content multimedia yang inovatif.
* memberi pilihan yang inovatif, berinteraksi, atau bahkan meng-customize (menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan publik bersangkutan) terhadap berita-berita tertentu (interactivity).
* Mempertimbangkan cara-cara untuk menghubungkan (connect) berita yang ia buat dengan berita lain, arsip, sumber data dan seterusnya lewat hyperlinks (hypertextuality).
* Format media yang mana, yang terbaik untuk menyampaikan suatu berita (multimediality). Sejauh ini bandwidht dan hak cipta merupakan faktor-faktor struktural yang masih menghambat pengembangan content multimedia yang inovatif.
* memberi pilihan yang inovatif, berinteraksi, atau bahkan meng-customize (menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan publik bersangkutan) terhadap berita-berita tertentu (interactivity).
* Mempertimbangkan cara-cara untuk menghubungkan (connect) berita yang ia buat dengan berita lain, arsip, sumber data dan seterusnya lewat hyperlinks (hypertextuality).
JURNALISME KONVENSIONAL
Jurnalisme konvensional adalah jurnalisme yang disampaikan melalui media seperti radio, televisi, majalah, ataupun
Selain perbedaan dari segi media, antara jurnalisme online dan juga jurnalisme konvensional memiliki beberapa kekurangan dan juga kelebihan. Jurnalisme online tidak dapat kita konsumsi diwaktu kita tidak dihadapan komputer tapi dengan adanya radio, koran, dan juga televisi kita dapat mengkonsumsinya dimana saja. Selaian itu jurnalisme konvensional lebih menjamin kebenarannya atau keakuratannya sedangkan pada jurnalisme online semua dapat menulis beritanya tanpa etika jurnalisme, contohnya saja tulisan-tulisan yang ada pada blog.
Melalui jurnalisme online audience lebih leluasa memilih berita yang diinginkan. Penggunaan jurnalisme online sangat mudah dan pencarian beritanya sangat cepat. Semua berita yang ada dapat disimpan dan di akses kembali oleh audience. Ini adalah kelebihan dari jurnalisme online.
Untuk membedakan antara jurnalisme online dan juga jurnalisme konvensional dapatv dilihat dari tabel berikut.
Perbedaan Media Online dan Media Cetak
No | Jurnalisme Konvensional | Jurnalisme On-line |
1. 2. 3. 4. 5. | Panjang naskah dibatasi, misalnya 5-7 halaman kuarto yang diketik dalam 2 spasi Sebelum naskah di muat dalam sebuah media naskah harus di ACC terlebih dahulu oleh redaksi Terbitnya berkala, contohnya mingguan, harian, ataupun bulanan Walau sudah selesai dicetak, media belum bisa langsung dibaca oleh khalayak Berita dan informasi disampaikan melalui batasan formal dan terdapat etika jurnalisme yang harus dipatuhi Media yang digunakan adalah media cetak dan media non cetak seperti, radio dan televisi Penggunaan tata bahasa sangat di perhatikan Perlu keterampilan khusus dari jurnalis untuk mengelola informasi dan berita | Dalam media online pemuatan naskah tidak dibatasi karena melalui suatu website naskah dapat sepanjang apapun. Dalam media online naskah di batasi demi kecepatan akses dan juga desain. Beberapa media membebaskan jurnalisnya mengolah sendiri tulisannya Terbitnya kapan saja, tidak ada jadwal khusus kecuali untuk rubric tertentu Begitu di-upload, setiap berita dapat langsung dibaca siapa saja yang mengakses tertentu Batasannya hanya pada etika jurnalisme Media yang dipakai adalah internet Tidak terlalu memperhatikan tata bahasa Tidak memerluakn keterampilan khusus dari pencari berita |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar